Teluk Jailolo: Primadona Pariwisata Indonesia Timur

Festival Teluk Jailolo 2012/mixedupalready.com

Maluku saat ini menjadi salah satu primadona wisata di kawasan timur Indonesia. Keindahan panoramanya tidak diragukan lagi, bahkan negara luarpun melirik keseksian Indonesia Timur. Teluk Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara tepatnya. Wilayah Halmahera Barat masuk ke dalam segitiga karang dunia yang memiliki potensi alam bawah laut beragam. Jailolo memiliki 15 spot diving. Panorama bawah laut di perairan Teluk Jailolo menyuguhkan aneka jenis terumbu karang, ikan hias dan berbagai jenis biota laut lainnya unik, di antaranya electric lampsup down jelly fishdekorasi krepmandarin fish yang dapat dijumpai pada pada pukul 18.00, serta hiu. Diving di Teluk Jailolo didominasi jurang-jurang bawah laut yang dihiasi beragam terumbu karang penuh warna. Laut yang jernih dengan visibility cukup baik hingga 15 meter, membuat tempat ini surga bagi para fotografer bawah laut.

Beberapa di Indonesia mungkin tidak akrab dengan Maluku Utara. Kabupaten ini sedang gencar-gencarnya memajukan daerahnya lewat pariwisata. Dalam berbagai kegiatan, suku adat Sahu yang merupakan salah satu suku di wilayah Halmahera Barat selalu mengadakan pesta. Pada tanggal 16-18 Mei 2013 nanti akan diadakan Festival Teluk Jailolo. Ini adalah festival internasional kelima yang mengusung tema “The Treasure of Spice Island”. Biasanya diawali dengan ritual pembersihan laut, dalam bahasa daerah setempat disebut “sigofi ngolo”, yaitu sebagai simbol komitmen masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan laut.

Pada Festival Teluk Jailolo, berbagai kegiatan juga yang terkait dengan kebaharian diperlombakan, seperti lomba foto dan video bawah laut, lomba memancing, lomba renang dan lomba dayung perahu tradisional serta lomba tarian dan musik tradisional. Di Jailolo, banyak pantai indah yang asyik untuk dikunjungi, seperti pantai Marimbati, Susupu, Payo, Saria, dan pantai Bobo. Pantai Susupu terkenal dengan air lautnya yang jernih dan tenang, dengan pemandangan matahari terbenam yang mirip dengan lukisan. Di sekitar Pantai Bobo, terdapat hutan mangrove dan gunung serta pulau-pulau yang menarik. Tentunya tidak hanya itu, Pantai Bobo juga terkenal sebagai salah satu spot terbaik untuk mengabadikan momen sunrise maupun sunset. Sebelum sampai ke Pantai Bobo, akan melewati Pantai Payo yang terkenal dengan air hangatnya. Perkampungan nelayan tepat di Pantai Saria. Dari Pantai Saria, ada 4 gunung yang terlihat, yaitu Gunung Ternate, Tidore, Hiri dan Kayoa. Ada juga Pantai Sulamadaha di Ternate, Halmahera Barat, yaitu pantai yang airnya sebening kristal.

Uniknya terdapat pulau kecil yang menyembul di atas air. Pastofiri namanya. Pulau ini belum tentu tampak jelas di saat laut pasang. Paling-paling, hanya sedikit bagian pulau tersebut yang menyembul di atas air. Betul, Pulau Pastofiri merupakan semacam atoll, yaitu sebuah dataran kecil yang terdiri dari karang. Atoll yang sehat, biasanya ditandai dengan suburnya terumbu karang di sekitarnya. Saat air surut, dataran ini timbul di permukaan air, membentuk lagoon parsial yang sangat indah dengan hamparan terumbu karang yang jelas terlihat tanpa harus repot-repot menyelam. Ada juga tempat diving asik lainnya, seperti Pulau Buabua yang tak berpenghuni, letaknya tidak jauh dari Teluk Jailolo. Tidak ketinggalan Pantai Disa.Diluar pantai dan pulau andalan, terdapat juga Air terjun Kahatola di Loloda, Jailolo Utara. Air terjun Kahatola salah satu spot terbaik untuk berenang dan diving.

Arsitektur rumah adat, seperti  Worat Worat, Taraudu, Gamomeng, Gamtala, Marimbati, masih memakai kayu gufasa yang semakin lama malah makin kuat kayak besi. Rumah adat yang ‘tua’ ini bisa dipake buat acara adat juga. Di Pasar Jailolo, kita bisa mengenal hasil bumi yang menjadi kekayaan daerah, seperti ikan, gula merah, pala, cengkeh, pisang, kopra. Ditambah lagi, dengan suku-suku asli, seperti suku Sahu, Tobali, Wayoli, Gamkonora yang dapat ditemui di Pasar Jailolo. Wisatawan juga bisa menyaksikan berbagai peninggalan sejarah seperti rumah adat Suku Sahu, serta panorama hutan alami yang dihuni berbagai flora dan fauna menarik, diantaranya burung bidadari. Oleh masyarakat lokal, burung ini biasa disebut Weka-Weka dan telah lama dijadikan maskot oleh kepolisian Maluku Utara. Burung Bidadari ini juga menginspirasi para penari Jailolo untuk membuat tarian yang disebut Tarian Burung Bidadari.

Selain itu, pertunjukan mini musik tradisional dan tarian tradisional seperti Cakalele, Dana-dana, Legi Salai dan Sara Dabi Dabi dengan pakaian tradisional selalu ditampilkan. Tarian Cakalele adalah tarian Suku Tabaru di desa Tabaru, yakni desa yang terletak di bagian ujung Halmahera Barat. Tarian Cakalele adalah tarian perang yang dibawakan oleh 30 pria & wanita. Para penari pria mengenakan parang dan perisai sedangkan penari wanita menggunakan sapu tangan. Tarian ini merupakan bentuk penghormatan atas nenek moyang bangsa Maluku yang merupakan pelaut. Juga akan ada penampilan Cabaret on The Sea, yaitu sebuah pertunjukan kontemporer yang menggabungkan tarian, musik, drama dan koreografi yang terinspirasi dari kultur asli Jailolo.

Puncak acara siang adalah pentas theater “sasadu on the sea” di atas laut. Sedang, puncak acara pada malam harinya adalah Horom Sasadu. Horom Sasadu adalah acara ini diselenggarakan sebagai pesta setelah panen, oleh karena itu lamanya acara bergantung pada hasil panen seafood yang diperoleh; bisa hanya satu hari satu malam bahkan sembilan hari sembilan malam tiada henti. Mitosnya, mereka yang bergabung pesta tidak merasa kenyang dengan makanan, mabuk atau mengantuk sampai pesta selesai. Terus menari dan bernyanyi tanpa lelah dan kantuk, bahkan kuat tidak tidur berhari-hari. Minuman minuman tradisional, tapi tidak pernah membuat mabuk. Keunikan Horom Sasadu adalah ikan bakar yang disajikan di piring sepanjang 6KM. Penduduk lokal & turis boleh menikmatinya secara cuma-cuma.

Lezatnya masakan tradisional Halmahera Barat juga tak bisa diabaikan. Di antara sekian banyaknya masakan, makanan terkenal adalah ikan dabu-dabu, Pisang Mulut Bebek, Jaha beras, Papeda dan Cakalang Fufu yang katanya merupakan sejenis ikan. Memakan pisang Mulut Bebek akan lebih nikmat jika dicelupkan ke dalam sambal Colo-Colo yaitu sambal khas Jailolo. Apalagi kalau dipadu dengan ikan goreng yang segar. Ikan dengan sambal dabu-dabu khas Jailolo juga wajib dicicipi.

Biasanya meja-meja makan dialasi dengan daun pisang sebagai taplak meja dan bambu ukir sebagai gelas minum yang ditetapkan untuk pesta tradisional. Teh seduhan yang diramu dengan rempah-rempah Fuli yang sangat khas dari Teluk Jailolo membuat lidah sangat dimanja dengan rempah-rempah hasil kekayaan alam Indonesia. (Christina Marbun)