Rupiah Konsolidasi, Nantikan Rilis Data Manufaktur China

manufaktur-cina130124b copy

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS diperkirakan konsolidasi cenderung melemah hari ini (31/5). Hal ini disebabkan oleh Rilis serangkaian data china yang dinanti oleh pasar serta pergerakan makro ekonomi indonesia awal pekan depan.

Data manufaktur PMI versi pemerintah China yang akan di rilis Sabtu (1/6) diperkirakan turun 50,1 dari data sebelumnya 50,6 juga berpengaruh terhadap pergerakan Rupiah terhadap Dollar AS. Kurs Rupiah akan terkonsolidasi terlebih dahulu dengan kecenderungan melemah antara 9800 hingga 9900 per Dollar AS.

Apabila data ini meleset dari perkiraan, maka akan memicu  aksi hindar resiko oleh para investor dari aset-aset beresiko termasuk rupiah ke aset-aset safe haven termasuk Dollar AS. Hal ini disebabkan oleh manufaktur China versi pemerintah itu bisa mengkonfirmasi kejatuhan manufaktur sebelumnya yang dirilis oleh HSBC.

Data makro ekonomi yang dirilis Senin (3/6) juga dinanti oleh pasar seperti neraca perdagangan, inflasi dan pertumbuhan ekspor impor yang mempengaruhi konsolidasinya rupiah. Wacana kenaikan BBM bersubsidi juga berpengaruh terhadap inflasi akan dilaporkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) awal pekan depan.

Data Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang dirilis semalam untuk estimasi awal kuartal I 2013, diprediksi mengalami revisi naik menjadi 2,7 % hingga 2,8 % dari prediksi sebelumnya 2,5 %. Hal ini tentu saja akan berdampak positif terhadap Dollar AS dan menjadi tekanan negatif bagi rupiah. (Ctn)