Ritual Gunungan Keraton, Ribuan Warga Padati Masjid Besar Yogyakarta

102208_yogyakarta

Yogyakarta – Ada banyak cara menarik dilakukan untuk menyambut Maulid Nabi. Di Yogyakarta, sebuah tradisi menarik bisa turis saksikan, Gerebek Maulid namanya. Ribuan warga pun memadati masjid besar Yogyakarta untuk ikut meramaikan acara.

Ribuan warga telah memadati halaman Masjid Besar Kauman dan Alun-alun utara Yogyakarta sejak pagi. Warga ini telah bersiap memperebutkan Gunungan yang dikeluarkan oleh Keraton Yogyakarta, dalam tradisi Gerebeg Maulid Nabi, Selasa(14/1/2014).

Warga nampak berdesakan untuk berada dibarisan paling depan. Bahkan terlihat sudah ada warga yang mulai pingsan, karean penuh sesaknya oleh ribuan orang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun Alip 1947, Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar tradisi gerebg maulid dengan membuat gunungan.

Kabag Humas Pemda D.I.Yogyakarta, Iswanto mengatakan, ada 7 gunungan yang dikeluarkan oleh Keraton dalam tradisi gerebeg Maulid Nabi. Ketujuh gunungan tersebut yakni, Gunungan Kakung, Gunungan Putri, Gunungan Gepak, Gunungan Dharat dan Gunungan Pawuhan.

“Dua gunungan Kakung dikirim ke Kadipaten Puro Pakualaman dan Kepatihan, sedangkan yang lima dibawa ke Kagungan Dalem Masjid Besar Kauman,”kata Iswanto

Gunungan yang dibawa ke masjid besar kauman, kepatihan dan puro pakualaman akan diiringi ratusan prajurit bregodo.

Acara keluarnya 7 Gunungan dari keraton sesuai jadwal akan keluar sekitar pukul 10.00 WIB, namun warga telah memadati halaman masjid besar dan alun-alun utara sejak pagi.

Ketujuh gunungan yang berisi sayuran, bua-buahan hasil bumi tersebut, akan diperebutkan oleh warga. Baik gunungan yg dibawa ke masjid, kepatihan, maupun Puro Pakualaman semua akan diperebutkan warga.

Sumber: detik.com