RDP RUU Advokat Ricuh

misbahul-dok

misbahul-dok

misbahul-dok

misbahul-dok

misbahul- Dok

misbahul- Dok

Jakarta – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Badan Legislasi DPR dengan 8 asosiasi advokat di gedung DPR RI, Senin (25/03/2013), tentang RUU Advokat berlangsung panas. Rapat yang digelar secara terbuka ini dipenuhi oleh masing-masing perwakilan asosiasi advokat. Bahkan, tak sedikit yang terpaksa berdiri lantaran semua kursi telah terisi penuh.

Rapat dengar pendapat kali ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Baleg, Dimyati Natakusumah, Ignatius Mulyono, serta Ahmad Yani.  Agenda pada RDP kali ini adalah membahas rancangan draf revisi UU No.18 tahun 2003 tentang advokat. Saat rapat baru saja dimulai, keadaan langsung panas. Hal itu dipicu lantaran adanya dualisme di tubuh Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) pimpinan Otto Hasibuhan dan pimpinan Todung Mulya Lubis, yang saat itu sama-sama mengikuti rapat.

Keributan sudah mulai terlihat ketika Todung Mulya Lubis berbicara. Sebagian besar advokat langsung angkat bicara. Mereka mempertanyakan keabsahan Ikadin pimpinan Todung. Kemudian, saat pimpinan rapat mempersilahkan Otto Hasibuhan untuk berbicara. tiba-tiba ada teriakan yang mempertanyakan ulang keberadaan Todung Mulya Lubis dalam rapat.

Akhirnya, Adar Dam selaku sekretaris jenderal Ikadin pimpinan Otto Hasibuhan meminta Todung tidak dilibatkan dalam rapat. Adar menambahkan bahwa Ikadin yang resmi adalah Ikadin pimpinan Otto Hasibuan. “Todung sudah dipecat dan bukan lagi pengacara karena hak beracaranya sudah dicabut,” tambahnya. (Misbahul Ulum)