Poso Ditinggalkan dalam Pembentukan Sulawesi Timur

Poso – Kabupaten Poso yang selama ini berjuang bersama enam kabupaten lainnya demi terbentuknya Provinsi Sulawesi Timur (Sultim) ternyata tidak dimasukan dalam pembuatan agenda pemekaran. Padahal, sebelumnya Poso diperjuangkan untuk menjadi ibu kota jika rencana Daerah Otonomi Baru (DOB) yang terpisah dari Provinsi Sulawesi Tengah disetujui oleh pihak DPR RI.

Adapun beberapa kabupaten yang dimasukan dalam agenda rencana pembentukan Provinsi Sultim, antara lain Kabupaten Tojo Unauna, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Morowali, dan Morowali Utara. Anggota Komisi II DPR RI, Murad U. Nasir, mengonfirmasi hal tersebut kepada sejumlah wartawan pada sela-sela konsultasi dengan sejumlah perwakilan dari Forum  Pemekaran Morowali Utara dengan komisi II di gedung DPR RI beberapa waktu lalu.

Untuk meyakinkan para awak media terkait tidak dimasukannya Poso dalam perencanaan pembentukan Sultim, anggota DPR RI Dapil Sulteng ini memperlihatkan  sejumlah dokumen laporan pemerintah tahap II observasi verifikasi hasil peninjauan lapangan terhadap Calon Daerah Otonomi Baru (DOB). Dalam laporan tersebut diperlihatkan secara terperinci enam kabupaten yang dimasukan dalam pembentukan provinsi baru dimana Morowali Utara menjadi salah satu DOB yang dimasukkan.

Dengan demikian diharapkan masalah tarik ulur penempatan ibu kota Provinsi Sultim antara Kabupaten Poso dan Kabupaten Banggai tidak akan terjadi lagi. Kabupaten Poso yang sebelumnya berjuang untuk menjadi ibu kota jika terbentuknya Sultim disetujui otomatis tidak akan terlaksana karena tidak dimasukkan dalam agenda pemekaran dari Provinsi Sulteng tersebut.

Ditambahkan Murad, Komisi II DPR RI saat ini berencana memasukkan pembentukan Provinsi  Sultim dalam agenda “16 Rencana Pembentukan DOB”. Rencana pembentukan DOB lainya di Sulteng yang akan dibahas adalah pembentukan Kabupaten Moutong dan Kabupaten Konservasi Tampolore.