Pesona Keindahan Alam Papua

Keindahan Pulau Rani di Papua. Foto: prioshaugirachman.wordpress.com

“Nenek moyangku orang pelaut gemar mengarung luas samudra. Menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa.”

Sepenggal lirik lagu diatas rasanya dapat menggambarkan keadaan alam Indonesia yang terdiri dari sekitar 17.000 pulau yang membentang dari Sabang hingga Merauke dan lebih dari 6000 adalah pulau berpenghuni. Inilah yang kemudian menyebabkan Indonesia dijuluki sebagai negara maritim. Negara kepulauan. Negara yang kaya akan hasil alam: tambang minyak bumi, gas alam, batubara, uranium, nikel, tembaga, perak dan emas. Lebih dari itu, Papua pun berpotensi sebagai objek wisata yang berkelas dunia.

Pesona Indonesia tidak diragukan lagi keberadaannya. Saat ini primadona wisata Indonesia berada di Indonesia Timur, seperti Papua yang memiliki 537 jenis karang, atau mewakili 75% jenis karang yang ada di dunia (10 kali lipat dari jenis karang yang ada di Kepulauan Karibia). Papua terletak pada posisi 0° 19′ -10c 45′ LS dan 130° 45′ – 141° 48′ BT. Papua memiliki keindahan alam yang mempesona juga potensi kekayaan alam laut yang indah. Papua memiliki keanekaragaman biota laut paling besar. Setidaknya ada 20 spesies endemik (jenis ikan dan karang) yang hanya bisa ditemui di sana. Terdapat 610 pulau, dan hanya 35 pulau diantaranya yang dihuni penduduk. Keindahan panoramanya tidak diragukan lagi, bahkan negara luarpun melirik keseksian Indonesia Timur.

Pulau Rani adalah salah satu keindahan yang tercipta di Papua. Dalam bahasa Biak, Pulau Rani berarti lalat. Pulau ini merupakan pulau karang. Pulau Rani terletak di bagian selatan Pulau Supiori dan merupakan pulau kecil di Kabupaten Supiori. Kabupaten Supiori merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Biak Numfor yang terbentuk berdasarkan UU No 35 tahun 2003 dengan ibukota Sorindiweri. Luas wilayah daratan Kabupaten Supiori adalah sekitar 572 KM2.Pulau Rani ditempatkan di distrik Kepulauan Aruri. Luas wilayah distrik Kepulauan Aruri adalah sekitar 136 KM2 yang terdiri dari 9 desa atau kampung. Umumnya masyakarat Pulau rani berbahasa Biak, meskipun ada 11 dialek.

Pulau Rani yang berada di Kabupaten Supiori memiliki alam yang begitu indah. Pulau Rani terkenal dengan sebutan singgasana para ratu. Ada begitu banyak pulau karang mencuat dari dalam laut yang ditutupi rimbunan pohon hijau. Langit yang biru dan bersihnya hamparan pasir putih adalah lukisan nyata yang sempurna. Laut yang awalnya berwarna biru berubah menjadi hijau toska. Pohon nyiur di bibir pantai melambaikan daunnya. Daratannya menyajikan keberagaman flora dan faunan, seperti burung camar. Begitu juga dengan udaranya yang juga masih bersih dan bebas polusi. Lautnya banyak dipenuhi oleh terumbu karang yang masih hidup.

Di perairan Pulau Rani banyak ditemukan berbagai macam ikan. Ikan beraneka ragam jenis dan warna menjadikan laut lebih berwarna, seperti napoleon, bumhead, surgeon, ikan bobara, dan ikan kerapu. Hiu karang dan ikan pari bebas berenang di laut. Terumbu karang umumnya didominasi oleh koral sea fan, soft coral, hard coral, akar bahar, acropora dan non acropora dan yang paling menarik adalah daerah dekat marcusuar terdapat dinding karang/tebing karang. Area untuk aktivitas diving terletak di dekat mercusuar.

Keindahan alam Pulau Rani Kabupaten Supiori bukan tanpa alasan. Jumlah penduduk menjadi salah satu faktor mengapa alam Pulau Rani masih terjaga. Jumlah populasi yang sedikit menjelaskan mengapa pencemaran belum banyak terjadi. Berdasarkan data statistik pada SP 2010, total populasi Kabupaten Supiori adalah 15 ribu jiwa dan populasi Pulau Rani sendiri berjumlah sebanyak 202 jiwa penduduk. Di tahun 2008 Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Supiori adalah 67,55 dan di tahun 2010 menjadi 68,46

Umumnya, lokasi pemukiman warga yang berada didekat bibir pantai. Setiap rumah penduduk memiliki solar sel yang berfungsi sebagai penerangan pada malam hari. Pulau Rani sendiri menyediakan penginapan bagi wisatawan yang berfungsi sebagai tempat singgah/penginapan. Namun sangat disayangkan, sarana penginapan yang terdapat di Pulau Rani selama ini belum terurus dengan baik.

Penduduk Pulau Rani bermata pencaharian di bidang laut dan perikanan. Mirisnya, hasil nelayan masyarakat Pulau Rani setempat belum dapat dipasarkan langsung ke Kabupaten Supiori. Hal ini dikarenakan adanya Kendala seperti kurangnya akses transporasi serta faktor cuaca. Disamping itu, Pulau Rani juga memiliki jumlah rumput laut yang cukup tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia. Tingginya jumlah laut tidak sebanding dengan jumlah produksi rumput laut. Oleh karenanya, dirasa perlu untuk mengembangkan dan meningkatkan produksi rumput laut, mengingat komoditas rumput laut sangat dibutuhkan di pasaran. Selain berguna sebagai bahan makanan, juga berfungsi sebagai kosmetik dan obat-obatan. Untuk memenuhi permintaan pasar, Pulau Rani ditargetkan harus mampu memproduksi diatas 400 ton rumput laut setiap musim tanam. dengan perencanaan ini akan diharapkan sebagai awal mula terbukanya peluang untuk mengagalakkan industri rumput laut di Pulau Rani. Tidak lupa, pohon nyiur yang melambai dibibir pantai juga juga turut menyumbang pendapatan Pulau Rani.

Sumber daya laut dan keindahan alam yang dimiliki Pulau Rani berpotensi menjadikan pulau ini sebagai salah satu obyek wisata andalan di Kabupaten Supiori. Bisa dikatakan, wisata bahari merupakan obyek wisata yang paling dominan di Supiori. Wisata bahari-pun merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Supiori tahun 2011-2016. Wisata bahari identik dengan kegiatan olahraga air, memancing, berjemur, menyelam, kompetisi berselancar, mendayung dan berkeliling laut. Rencananya, Pulau Rani akan dijadikan sebagai pilot projek wisata bawah laut.

Mengutip dari Fintersbuch yang mengatakan bahwa pembangunan ekonomi sebagai akibat dari penerapan kebijakan, program dan proyek pembangunan. Dalam rangka mewujudkan hal diatas maka diperlukan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Supiori dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Sejauh ini, langkah yang sedang berjalan adalah kerjasama yang terjalin antara salah satu perguruan tinggi di Manado Sulawesi Utara dengan Pemerintah kabupaten Supiori dan Dinas Kebudayaan dan pariwista. Adapun program wisata yang telah disusun oleh pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Supiori adalah membangunan rumah tempat tinggal bagi wisatawan. Lebih jauh lagi, pemerintah Kabupaten Supiori tengah menjalin kerjasama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia maupun agen perjalanan wisata di Pulau Bali.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Supiori akan mengintenskan wisata bahari Pulau Rani melalui promosi ke berbagai negara Eropa dan Asia. Promosi adalah senjatanya. Dengan tujuan menjadikan Pulau Rani menjadi tujuan wisata alam laut yang menjanjikan. Alhasil setiap tahun ada 6000 jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang datang ke Pulau Rani.Biasanya, mereka datang dari Amerika, Australia dan Prancis untuk bermain selancar air.

Apalah arti menjadikan Pulau Rani sebagai tujuan wisata laut tanpa mempersiapkan Sumber Daya Manusia (SDM). Sumber daya manusia yang dibutuhkan haruslah masyarakat setempat. Sesuai dengan defenisi pariwisata menurut Robert Mc Intosh adalah hubungan yang ditimbulkan dari interaksi wisatawan, bisnis, pemerintah serta masyarakat sebagai tuan rumah dalam menarik dan melayani wisatawan. Salah satu caranya adalah dengan melatih masyarakat setempat untuk tanggap dan menerima kehadiran wisatawan baik lokal maupun macanegara. Salah satu contoh pelatihan yang diberikan adalah dengan membentuk pemandu selam yang terdiri dari masyarakat setempat dan akan diberi nama “Supiori Diving Club”.

Masyarakat juga diharapkan mampu terlibat dalam menunjang kegiatan wisata bahari dalam hal penyediaan peralatan wisata, penginapan, makanan dan minuman, pemandu, pijat tradisional, prasarana transportasi, hiburan berupa tarian. Tujuannya adalah untuk adalah menumbuhkembangkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengembangan potensi wilayah melalui program masyarakat sadar wisata.

Program pembangunan kepariwisataan di Pulau Rani diharapkan dapat berfungsi sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi kabupaten yaitu lewat terciptanya lapangan kerja dan meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya bagi masyarakat asli (indigeeous people) Pulau Rani. Terutama, Pulau Rani akan semakin dikenal oleh turis domestik dan mancanegara. (Christina Marbun)