Pembukaan Gelar Budaya Oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X

Pembukaan Gelar Budaya Yogyakarta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X

Terlihat ramai komplek Keraton Yogyakarta malam ini (19/6) dikarenakan adanya acara pembukaan Gelar Budaya Jogja 2013. Acara ini tak urung mengundang perhatian juga para wisatawan yang kebetulan berlibur di Yogyakarta selain para tamu undangan.

Acara Gelar Budaya Jogja 2013 ini sendiri diadakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara gelar budaya ini akan diadakan mulai malam ini sampai dengan tanggal 22 juni 2013. Tempat pagelaran Budaya ini juga dibagi dalam dua tempat pertunjukan yakni di Alun-alun Sewandanan Puro Paku Alaman Yogyakarta dan di Kraton Yogyakarta.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Drs. GBPH. Yudaningrat, MM mengatakan, “Yogyakarta adalah kota yang penuh dengan kekayaan seni dan budaya namun seringkali kurang mampu menjaganya dikarenakan kurangnya pengetahuan akan seni budaya yang sarat dengan makna yang luhur. Acara yang ketiga kalinya diadakan ini adalah wujud kepedulian dan upaya pemerintah untuk melestarikan budaya melalui program pengelolaan keragaman budaya dalam bentuk Gelar Budaya Yogyakarta”.

Lebih lanjut, acara yang dihadiri oleh para petinggi daerah yogyakarta ini secara khusus Sri Sultan Hamengku Buwono X datang untuk membuka acara yang ditandai dengan pemukulan “kenong” (alat musik karawitan). Dalam kesempatan ini Beliau juga memberikan sambutan pembukaan. Beliau mengatakan,”sekarang ini, yang menjadi trend adalah tebar pesona fisik yang bersifat lipstick, tetapi melalaikan substansi, nilai-nilai intrinsik dan hakiki. menyukai gebyar yang prenesan (red. puji sanjung), hiburan, dunia ketawa dan melupakan perenungan, meditasi, hening diri dan sonya ruri (red. sepi tanpa sarana apapun).Jika hal serba “wah” semacam itu yang dicari tentunya tidak akan ditemukan dalam kalaborasi pergelaran adat seni Kraton Yogyakarta, Pura Paku Alaman, dan seni tradisi masyarakat Daerah Istimewa yogyakarta”.

Beliau juga berpesan agar tidak terjebak dalam pro-kontra yang membuat kita lupa akan urgensi agenda nasional seperti pemberantasan korupsi, penyelenggaraan demokrasi yang sehat, peradilan yang memenuhi rasa keadilan masyarakat dan sebagainya.

Acara ketiga Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta ini juga akan diisi dengan pertunjukan dari berbagai daerah mulai dari Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul juga Kagungan Dalem pagelaran Kraton Yogyakarta. (chipriant-yk)