Pelaksanaan Ujian Nasional Amburadul

Pelaksanaan Ujian Nasional. Foto: Hai-Online.com

Ketika sebagian besar pelajar SMA sudah bisa bernafas lega, Dita, siswa SMA Yayasan Pupuk Kaltim Bontang, masih harus berjibaku dengan soal-soal ujian sampai Kamis, (24/4/2013). Bersama Dita ada ribuan siswa di 11 provinsi yang mengalami nasib serupa. Mereka adalah korban dari kelalaian pemerintah dalam mengawasi proses produksi dan distribusi soal Ujian Nasional.

Tahun ini UN kembali menjadi sorotan setelah 11 Provinsi yakni Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) terpaksa harus memundurkan jadwal penyelenggaran ujian. Ujian yang seharusnya dimulai pada Senin, (15/4), akhirnya baru dapat dimulai pada Kamis, (18/4), bahkan di beberapa tempat penyelenggaraannya kembali diundur dan baru dimulai pada Jum’at, (19/4).

Beberapa siswa mengaku kecewa dan tertekan. Mereka merasa dipermainkan oleh pemerintah. “Kami sudah melakukan persiapan kurang lebih satu tahun, mulai dari try out, les tambahan, maupun belajar kelompok. Itu semua tidak dihargai pemerintah, dan seenaknya undur-undur waktu pelaksanaan UN. Kami bisa-bisa stres kalau sepert ini,” ujar Maria Loa dan Aleksander Natara, siswa SMAN 5 Kupang.

Atas kejadian ini, Presiden SBY beberapa waktu lalu memanggil Mentri Pendidikan Muhammad Nuh. Menurut keterangan dari Muhammad Nuh, pihaknya diminta Presiden untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, memastikan agar pendistribusian soal yang terlambat tidak diundur lagi, memastikan agar kejadian ini tidak beulang pada UN tingkat SMP.

Penundaan ini menambah panjang daftar kontroversi tentang UN. Sebelumnya UN dituding menjadi katalis merosotnya moral anak-anak didik. UN menjadi ajang kecurangan berjamaah yang melibatkan siswa dan oknum guru. Selain itu UN dianggap mengabaikan proses pendidikan dan kerja keras siswa. Proses belajar mengajar tiga tahun hanya ditentukan oleh beberapa hari ujian. (Ircham Aganovi)