Mobil Genjot dengan Kedipan Cahaya Lampu

KERETA ALKID

Beringin kembar di Alun-alun Kidul Yogyakarta tak sendirian saat menjelang malam tiba. Pohon ratusan tahun yang menjadi simbol keraton kini tidak lagi menampakkan keangkuhan. Di sebelah utara berdiri megahnya Sasono Hinggil Dwi Abad. Menjadi kumparan magnet para pengunjung wisata malam hari untuk lebih intim menikmati suasana. Pada Rabu malam 12/6/13 pukul 20.30 yang semakin riuh cahaya lampu, seolah membuat terang yang berkedip mengitari jalan secara melingkar.

Adalah tujuan wisata lokal yaitu menikmati Alun-Alun Kidul Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Alkid, dengan gowesan sepeda tandem. Sepeda yang didisain khusus untuk 2 – 4 orang dengan kayuhan pedal yang tertumpu pada rantai yang sama. Di hias dengan lampu kerlap-kerlip. Sepeda ini mulai bermunculan di Alkid sejak tahun 2008 pada saat bulan Ramadhan.

Khusus untuk yang dinaiki 2 orang panjangnya sekitar 130 cm, sedangkan untuk 3 orang biasanya 210 cm. “Bahkan yang menarik lagi untuk 4 orang panjangnya sekitar 280 cm”, ungkap Mas Ganang salah seorang yang ikut merintis sekaligus menyewakan sepeda tandem. Tarif yang dibandrol cukup terjangkau, untuk 4 kali putaran mengelilingi Alkid hanya dikenakan tarif Rp 10.000.

Selain sepeda tandem, Alkid juga mempunyai hiburan sepeda lainnya yaitu Moge atau mobil genjot. Istilah untuk sepeda dengan stir yang tempat duduknya berbanjar depan dan belakang. Mirip sebuah mobil hanya saja ini masih menggunakan pedal dan dikayuh seperti sepeda. Diatasnya berhiaskan lampu yang dibentuk dengan grafis beragam. Mobil genjot inipun tarifnya cukup dengan tariff Rp 20.000 untuk 1 kali putaran, sekaligus bisa memuat sampai 5-8 orang.

Lelah bersepeda pun cukup bisa ditawar dengan sajian yang khas di Alkid. Seberang sisi timur banyak sekali lesehan yang menawarkan menu wedang ronde, bajigur, roti bakar dan jagung bakar. Seluruh keramaian unik ini, bisa ditemui mulai jam 16.00 – 24.00 wib. [EAW/c*]