Masyarakat Bekasi Acuh dengan Piala Adipura

Kiswatiningsih (Kasi Pengembangan Teknik Persampahan Dinas Kebersihan Kota Bekasi)

Bekasi – Saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi sedang berupaya merebut kembali Piala Adipura yang pernah mereka raih tahun 2010. Namun, mereka menyayangkan masyarakat Bekasi yang bersikap apatis, atau terkesan tidak peduli terhadap upaya bersih-bersih yang dilakukan.

“Masyarakat Bekasi seolah menganggap hal ini hanya sebagai program yang diinginkan pemkot. Padahal, semestinya seluruh lapisan masyarakat ikut andil dalam menjaga kebersihan kota mereka sendiri,” ujar Kasi Pengembangan Teknik Persampahan Dinas Kebersihan Pemkot Bekasi, Kiswantiningsih, kepada Berita Otonomi di kantor Pemkot Bekasi, Senin (16/3).

Kis menyayangkan sikap masyarakat Bekasi yang sangat tidak peduli terhadap lingkungannya sendiri. Bahkan mereka menganggap sampah dan aliran air di luar pagar rumahnya sendiri menjadi tanggungjawab Pemkot Bekasi.  “Kesannya kota Bekasi hanya menjadi tempat mencari nafkah saja bagi mereka,” tutur Kis miris.

Kis menyatakan, saat ini pihaknya sedang berusaha menggalakkan kegiatan di hari Sabtu dan Minggu. Pada hari libur tersebut semua anggota Dinas Kebersihan harus masuk kerja membersihkan beberapa infrastruktur semisal drainase, TPA dan sampah jalan di Bekasi. Hal itu dilakukan sebagai upaya Dinas Kebersihan Kota Bekasi untuk memenuhi  kriteria yang ada dalam pemilihan Piala Adipura.

“Karena masyarakat sulit untuk diajak berpartisipasi, maka kami mencoba untuk melakukannnya sendiri. Semoga mereka jadi ikut tergerak dengan kerja keras kami. Karena yang kami lakukan ini kan untuk kepentingan bersama juga,” jelas Kis lagi.

Kis mengungkapkan, sebetulnnya kebersihan hanyalah salah satu poin dari seluruh penilaian. Kriteria lainnya yaitu penilaian drainase secara detail, sampah, gulma, dan fisik drainasenya. Dilanjutkan penilaian Perumahan yang terbagi menjadi dua antara perumahan teratur dan perumahan tidak teratur (perkampungan). Kriteria selanjutnya adalah perkantoran dan jalan.

“Penilaiannya akan dimulai pada hari lingkungan hidup sedunia, tanggal 5 Juni 2013. Penilaian dilakukan melewati tiga tahap, yaitu pemantauan pertama (P1), pemantauan kedua (P2), dan verifikasi sebagai tahap akhir,” ungkap Kis menambahkan.

Diakuinya, untuk bisa memenuhi semua kriteria yang dibutuhkan, Dinas Kebersihan Kota Bekasi memerlukan kerjasama dengan instansi terkait. Misalnya Dinas Perhubungan sebagai penanggung jawab jalan, Dinas Tata Kota yang berwenang menangani perumahan, serta Bina Marga sebagai pengawas drainase dan tata air. Kendati demikian, dirinya yakin Pemkot Bekasi mampu meraih penghargaan Adipura tahun ini. “Kami semangat meraih Adipura jika mengingat Bekasi pernah menjuarai piala Adipura tahun 2010. Bekasi masuk dalam kategori metropolitan sebagai kota dengan jumlah penduduk 2,5 juta melawan empat belas kota,” pungkas Kis bangga. (Alika Khansa)