Kopi Jawa Populer di Swedia

Presiden SBY saat mengisi buku tamu, sebelum memasuki ruang untuk jamuan santap siang oleh Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia di Royal Palace, Stockholm, Swedia, Selasa (28/5) siang waktu setempat. (foto: muchlis/presidenri.go.id)

Presiden SBY saat mengisi buku tamu, sebelum memasuki ruang untuk jamuan santap siang oleh Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia di Royal Palace, Stockholm, Swedia, Selasa (28/5) siang waktu setempat. (foto: muchlis/presidenri.go.id)

Stockholm, Swedia: Kopi asal manakah yang populer di Swedia? Jawabannya adalah kopi asal pulau Jawa. Kopi tersebut sudah ada di Negara Skandinavia itu sejak tahun 1900-an. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuturkan hal ini dalam jamuan santap malam yang diselenggarakan tuan rumah Perdana Menteri Fredrik Reinfeldt, di Kantor Kementerian Luar Negeri Swedia, Stockholm, Selasa (28/5) pukul 19.30 waktu setempat atau Rabu (29/5) pukul 01.30 WIB.

“Perusahaan Swedia telah mengimpor biji kopi dari Jawa sejak 1900-an dan saya senang bahwa kopi Jawa terus menjadi populer di Swedia hingga hari ini,” kata Presiden SBY dalam sambutannya.

Kopi Jawa tersebut dibawa oleh Swedia East India Company yang melakukan perdagangan ke Timur Jauh, termasuk Kepulauan Nusantara, sejak abad ke-18. Masa itu juga menandai awal kontak dan hubungan Indonesia dengan Swedia. Misi dagang itu kemudian mendirikan perusahaan sejak 1990-an di Indonesia, yang kemudian antara lain bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi.

Presiden SBY menghadiri jamuan santap malam ini bersama Ibu Negara Hj Ani Bambang Yudhoyono. SBY mengenakan setelan jas hitam, sedangkan Ibu Ani berbusana kebaya warna merah.

Di sisi investasi, ujar SBY dalam sambutannya, terjadi peningkatan nilai maupun jumlah perusahaan Swedia yang berusaha di Indonesia. “Saya juga senang mendengar bahwa beberapa perusahaan ternama Swedia berencana untuk memperluas bisnis mereka di Indonesia dalam tahun-tahun mendatang,” Presiden menambahkan.

Dengan adanya Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), akan ada lebih banyak kesempatan untuk kerja sama investasi antara kedua negara.

“Saya menyambut Swedia sebagai mitra jangka panjang untuk pembangunan ekonomi Indonesia,” SBY menjelaskan.

Sebelumnya, PM Fredrik Reinfeldt dalam sambutannya memuji pertumbuhan ekonomi Indonesia, peran aktif Indonesia di komunitas global, dan kepemimpinan SBY dalam memimpin bangsa majemuk seperti Indonesia. “Swedia dan Indonesia dari dulu telah memiliki hubungan kerja sama, namun ini adalah untuk pertama kalinya dalam sejarah pemimpin Indonesia berkunjung ke Swedia,” ujar Fredrik Reinfeldt.

Jamuan santap malam berlangsung sangat hangat dan akrab. Para menteri masing-masing negara yang memiliki keterkaitan bidang duduk dalam satu meja. Begitu juga dengan anggota parlemen dan pebisnis. (webpresiden/wan)