Kompleks Makam Sunan Gunung Jati Tak Pernah Sepi

Situs Makam Sunan Gunung Jati

Kompleks makam Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, yang terletak di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, tidak pernah sepi dari aktivitas pengunjung. Ini dilihat dari jumlah pengunjung ke situs, saat Berita Otonomi berkunjung ke situs makam. Nampak rombongan ziarah dari daerah Jakarta sedang duduk dan berdo’a di depan pintu makam Sunan Gunung Jati.

“Pengunjung situs makam Sunan Gunung Jati setiap harinya selalu dipenuhi oleh pengunjung. Paling ramai dikunjungi pada saat malam Jum’at Kliwon,” ujar kuru kunci situs makam Sunan Gunung, Jati Yahya (45). Hingga saat ini tercatat banyak wisatawan yang datang tidak hanya dari lokal, namun sudah merambah ke wisatawan domestik bahkan sesekali dari mancanegara. Situs makam yang di dalamnya terdapat pemakaman Sunan Gunung Jati, Nyi Mas Rara Santang yang merupakan ibu dari Sunan Gunung Jati, Pangeran Cakra Buana (paman dari Sunan Gunung Jati), Nyi Mas Puspasari (istri dari Sunan Gunung Jati), dan kerabat-kerabat yang lain masih nampak asri seperti awal mula didirikannya Keraton Gunung Sembung sejak tahun 1400-an ini.

“Selain dari pengunjung yang datang untuk berziarah, ada pula pengunjung yang datang untuk belajar ilmu-ilmu agama di masjid Agung, persis di samping komplek makam Sunan Gunung Jati. Biasanya mereka datang dari jauh pada saat bulan Ramadhan, dan menginap di masjid atau di pelataran komplek makam Sunan Gunung Jati.” tambah pak Yahya.

Sementara itu pak Datang (50), pedagang yang biasa berjualan di komplek parkir situs makam, mengaku dari rata-rata omset penjualan saat malam Jumat Kliwon bisa naik antara 80%-150% dari hari-hari biasanya. “Pengunjung biasanya datang setiap hari, namun lebih banyak jika di hari kamis, jumat, sabtu, dan minggu atau pada saat liburan.” ujarnya. Ia mengaku sejak dibangunnya terminal khusus parkir tamu situs makam, jumlah kedatangan wisatawan turut meningkat dibandingkan sebelum ada pembangunan terminal tersebut.

Saat ini situs wisata kompleks makam Sunan Gunung Jati masih cukup ada perhatian dari pemerintah, diantaranya pada saat bulan Maulid yang lalu ada renovasi di atap genteng. “Baru-baru ini pada saat bulan Maulid ada perbaikan di atap genteng, dan rencananya dari pihak pemerintah akan ada pembangunan renovasi tahap berikutnya pada bulan Juli pada bagian-bagian yang lain.” Ia berharap akan ada pembangunan ini dapat berkesinambungan dan adanya bantuan agar ada tunjangan dari pemerintah karena juru kunci yang ada disini hanya bergantung dari para pengunjung yang datang.