Komisi 1 DPR RI Pelajari Kebijakan Militer China

sistem-pertahanan-udara-ukraina

BO – Selama empat hari, sejak tanggal 27 – 30 Oktober 2013, Komisi 1 DPR RI melakukan kunjungan ke China dengan tujuan untuk mempelajari berbagai kebijakan terkait dengan kebijakan politik, ekonomi maupun kerjasama militer.

Sebagai negara dengan skala ekonomi terbesar di dunia setelah Amerika, China tentu tidak boleh diabaikan begitu saja, terlebih jika melihat tren pertumbuhan yang cenderung stabil dan juga dengan sumber daya manusia tidak hanya besar dalam jumlah, tapi juga kualitas sumber daya manusia terus meningkat. Bahkan, banyak pengamat yang memperkirakan hanya dalam hitungan puluhan tahun kedepan China akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar di dunia mengalahkan Amerika.

Saat Rombongan Komisi 1 mengunjungi Industri Pertahanan CPEC yang menghimpun sekitar seratus ribu pekerja ahli, terlihat bahwa mereka sangat mahir dalam membuat produk militer modern mulai pesawat tempur canggih, rudal, maupun kapal perang. Selain itu, perkembangan terkonologi IT dan juga pasukan Cyber China mulai dikhawatirkan dunia Internasioanl. Sekedar contoh, berkali-kali Amerika mengeluh dan protes atas serangan hacker dari China akan tetapi selalu gagal mengidentifikasikan siapa pelakunya dan dari lokasi mana dilakukan.

Anggota Komisi 1 DPR RI, Ir Muhammad Najib yang ikut dalam rombongan kunjungan tersebut mengatakan bahwa China bisa menjadi alternatif inspirasi bagi Indonesia yang saat ini sedang membangun kembali industri militernya. Disamping tidak memberikan persyaratan apapun saat menjual senjata-senjata canggihnya, China juga sangat terbuka dan mudah dalam hal transfer teknologi selain harga yang cukup murah dibanding senjata serupa produk Barat.

Lebih jauh Najib menurturkan bahwa saat ini China telah memacu diri untuk mengejar ketertinggalannya dalam bidang sain dan teknologi modern. Dan tidak dapat dipungkiri lagi, China juga mampu menghasilkan produk seperti yang dihasilkan oleh negara-negara Barat dan maupun Jepang <MU>.