Keraton Yogyakarta Menggelar Prosesi Yasa Paksi Buroq

Abdi Dalem saat memasuki gerbang Masjid Gede Kauman

Cuaca sedikit mendung di seputaran Alun-Alun Utara Yogyakarta pada Rabu 5/6/13. Beberapa masyarakat kampung yang berdekatan dengan Keraton Yogyakarta berkumpul menantikan jalannya kirab Prosesi Yasa Paksi Buroq. Tepat pukul 15.40 wib keluarlah rombogan dari arah Ngejaman yang diawali 2 abdi dalem yang paling depan dengan membawa tombak.

Prosesi tersebut terdiri dari rangkaian kembar mayang dan rangkaian buah-buahan pisang mas, manggis, sawo, jeruk, rambutan, apel, jambu dan tebu. Yasa Paksi Buroq diarak keluar dari Keben menuju Masjid Gede Kauman. Semua buah-buahan yang dirangkai dalam bentuk gunungan tersebut merupakan simbol dari falsafah hidup orang Jawa. “Pisang berarti simbol mahanani dan tebu merupakan simbol qolbu, sedangkan buah jeruk simbol dari rasa kecut, pahit dan getir yang dirasakan manusia saat menerima cobaan dari Tuhan” tutur Mas Kliwon Ngabdul Wiyadi seorang abdi dalem.

Yasa Paksi Buroq setelah selesai didoakan lalu ditinggalkan di Masjid Gede Kauman oleh rombongan abdi dalem. Malam harinya prosesi akan dilanjutkan dengan pembacaan mengenai riwayat Isra Mi’raj, setelah itu semua rangkaian buah-buahan bisa dibagikan kepada seluruh abdi dalem. “Yasa Paksi Buroq merupakan ritual yang digambarkan melalui simbol burung yang merupakan kendaraan Nabi Muhammad SAW saat perjalanan Isra Mi’raj”, tambah Mas Kliwon. [EW]