Kenaikan Harga BBM Membebani Rakyat

Hizbut Tahrir Indonesia-Yogyakarta hari ini (26/4/2013 ) mengadakan aksi damai dengan berjalan di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta, disertai aksi teatrikal menggelindingkan drum, menarik mobil dan juga orasi sebagai bentuk simpatik akan kebutuhan masyarakat terutama keluhan akan adanya kenaikan BBM ini.

Yogyakarta- Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akhirnya akan dinaikkan juga di bulan Mei 2013 sesuai dengan rencana pemerintah. Dengan berbagai alasan dan kebijakan di dalamnya bahkan meski berbagai tantangan keras di berikan oleh berbagai kalangan.

Beberapa hari ini, di beberapa POM Bensin di Yogyakarta bahkan terdapat kelangkaan bahan bakar bersubsidi ini. Hal ini menurut pemerintah juga merupakan kebijakan agar tidak terlalu membebani APBN. Alasan-alasan ini yang di antaranya menjadi dasar kebijakan pemerintah.

Hizbut Tahrir Indonesia-Yogyakarta hari ini (26/4/2013 ) mengadakan aksi damai dengan berjalan di sepanjang jalan Malioboro, Yogyakarta, disertai aksi teatrikal menggelindingkan drum, menarik mobil dan juga orasi sebagai bentuk simpatik akan kebutuhan masyarakat terutama keluhan akan adanya kenaikan BBM ini.

Di dalam selebaran yang di bagikan pernyataan sikap HTI-Yogyakarta ini menggambarkan bahwa dengan adanya kenaikan BBM di pastikan akan terjadi juga dengan kenaikan angka inflasi. Lebih dari itu akan berdampak pada kenaikan harga-harga barang dan semua harus ditanggung oleh rakyat.

Dalam aksi ini HTI menyatakan tiga hal di dalam aksi mereka yang di antaranya; menolak rencana kenaikan BBM karena ini adalah kebijakan yang dzalim dan sebuah pengkhianatan yang sangat nyata. Kedua,  menaikkan harga BBM dan kebijakan apapun yang bermaksud untuk meliberalkan pengelolaan sumber daya alam khususnya migas merupakan kebijakan yang bertentangan  dengan syariat Islam dan yang ketiga adalah mengingatkan pemerintah bahwa menaikkan harga BBM di tengah kesulitan hidup seperti sekarang ini bisa mendorong timbulnya gejolak sosial akibat tekanan ekonomi yang tak tertahankan oleh puluhan juta rakyat miskin.

Kurang lebih gambaran pernyataan sikap HTI ini yang diungkap oleh para orator dalam aksi yang berjalan tertib dan damai ini dengan kawalan aparat yang turut mengawal. Di sela-sela aksi ini, koordinator Lapangan Agus Yohana mengatakan, “Aksi ini adalah aksi pertama akan tanggapan kami terhadap kenaikan BBM, sedang aksi selanjutnya kami akan menunggu respon dari aksi ini. hanya harapannya pemerintah mempertimbangkan bahwa keputusan kenaikan BBM akan menarik semua ke arah kenaikan juga termasuk nantinya kebutuhan pokok.”

Aksi ini yang diikuti oleh kurang lebih seratus orang memusatkan aksi di titik “0” Yogyakarta, tepatnya di perempatan Kantor Pos Besar Yogyakarta dan membubarkan diri dengan cukup tertib dan aman. (chipriant-YK)