Kedai Susu Kambing : Susu Etawa dengan Sajian Modern #SusuKambing

Kedai Susu Etawa, kedai minuman dengan sajian yang menyuguhkan menu utama minuman dari susu kambing etawa

Kedai Susu Etawa, kedai minuman dengan sajian yang menyuguhkan menu utama minuman dari susu kambing etawa

Yogyakarta memang memiliki sajian kuliner malam hari yang sangat khas. Berjelajah kuliner di seputaran medio Yogyakarta utara memang begitu banyak variasi. Meski memang dominasinya lebih pada tongkrongan anak muda. Namun ada yang menarik di lintasan ringroad utara sebelah barat perempatan Gejayan Jl. Affandi. Sebuah baliho berwarna hijau menyala dengan gambar kambing hitam putih.

Adalah Kedai Susu Etawa, kedai minuman dengan sajian yang menyuguhkan menu utama minuman dari susu kambing etawa. Mungkin masih begitu asing dengan susu kambing etawa atau nanti takut baunya masih prengus (red:”Bahasa Jawa yang mengekspresikan bau tak sedap pada binatang”). Namun tidak di kedai ini, susu kambing yang disajikan benar-benar nikmat dan tidak berbau. Tak mau kalah dengan sajian kedai susu lainnya, selain menu yang ditawarkan cukup unik dan lengkap. Sebut saja mulai dari susu murni, atau susu di mix dengan coklat, sirup, jahe, mocacino, vanilla late, chcococino, coffe mix, vanilla blue dan masih banyak lagi.

Tidak hanya susu kambing saja, namun kedai ini juga menyediakan makanan lokal seperti jagung bakar, roti bakar, pisang bakar, jagung rebus dan telo rebus. Harga yang dibandrol pun cukup terjangkau, untuk menikmati segelas susu kambing etawa cukup mulai dari Rp 10.000, sedangkan untuk makanan ringannya dimulai dari harga Rp. 5.000 saja. Pengunjung juga akan diberikan fasilitas televisi dengan giant screen. Selain itu juga ada pertunjukan musik jazz pada hari tertentu sehingga kedai etawa ini juga ada sajian dari komunitas musik jazz yang tampil reguler.

Kedai ini berdiri sejak bulan Desember 2009 hampir berusia 4 tahun. Didirikan oleh seorang peternak kambing etawa yang cukup ternama yaitu Pak Bondan. Awalnya memang hanya distribusi susu kambing yang dijual dalam botol, lalu berkembang menjadi kedai yang sekarang ini. [EAW-f*]