Kebijakan Larangan Ekspor Mineral Harus Terus Diperjuangkan

skalanews-dok

Jakarta – Pemperlakukan Undang-undang nomor 4 tahun 2009 (UU Minerba) akan terus berjalan, sekalipun sampai saat ini masih mendapat perlawanan dari kalangan pengusaha. Bahkan, larangan ekspor mineral juga akan diberlakukan mulai Januari 2014 ini.

Anggota DPR RI fraksi PAN, Muhammad Najib mengaku sangat gembira dengan pemberlakukan Undang-undang tersebut. Pasalnya, hingga saat ini masih terjadi banyak keraguan di tengah-tengah masyarakat tentang keberanian pemerintah dalam menghentikan ekspor hasil tambang maupun mineral. Terlebih tambang dan mineral sarat dengan kepentingan ekonomi.

Najib juga mengatakan bahwa ada sempat ada upaya untuk memobilisasi massa guna menentang kebijakan ini. “selama ini mereka (perusahaan tambang dan mineral-red) meraup keuntungan yang luar biasa besar, sementara negara hanya kebagian sangat sedikit.  Sempat juga ada upaya memobilisasi para pekerja untuk melawan kebijakan ini”

“Mereka semua harus tunduk pada aturan. UU Minerba menyatakan, dalam lima tahun sejak disahkan, aturan pelarangan ekspor mineral mentah harus berlaku agar sumber daya alam Indonesia tak habis dijual dengan harga murah, karena tak diolah lebih dulu” Kata Najib.

Selain itu Najib juga mengingatkan agar rakyat dan pemerintah selalu waspada, sebab upaya untuk menggagalkan aturan tersebut tidak serta merta berhenti bergitu saja.  “upaya untuk menggagalkan kebijakan ini tentu tidak secara otomatis berhenti. Untuk itu kewaspadaan perlu tetap dijaga”.

Baginya, upaya untuk mempertahankan kebijakan larangan ekspor mineral tersebut merupakan bagian dari perjuangan untuk mempertahankan “nasionalisme ekonomi” yang tidak boleh berhenti dan harus selalu dikobarkan. (BO)