Ibas Mundur dari DPR sebagai Bukti Kasih Sayang

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (PD) Edhie Baskoro atau Ibas (kiri) didampingi Ketua Fraksi PD Nurhayati Alie Assegaf (kanan) sebelum memberi keterangan pers di Ruang Fraksi Demokrat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (14/2)

Kabar mengejutkan datang dari Sekretaris Jenderal Partai Demokrat (PD) Edhie “Ibas” Baskoro Yudhoyono. Anggota Komisi I DPR yang membidangi masalah Pertahanan dan Hubungan Internasional ini secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya tersebut. Melalui keterangan persnya yang berlangsung di ruang Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR, Kamis (14/2/2013), Ibas mengemukakan alasan dirinya mundur sebagai anggota DPR karena ingin konsentrasi mengurus partai yang saat ini sedang dilanda berbagai masalah.

Survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebutkan elektabilitas PD turun hanya tinggal 8,3%. Hal ini yang kemudian membuat Ibas merasa harus ikut bertanggung jawab dan bekerja keras dalam menyelamatkan partai. Membantu ketua majelis tinggi dan ketua umum Partai Demokrat dalam melakukan penataan, penertiban, dan konsolidasi adalah prioritasnya saat ini sebagai Sekjen PD. “Saya menyadari bahwa ketua majelis tinggi tentu tidak akan mungkin terus menerus dan apalagi mengambil waktu khusus untuk memimpin langkah-langkah penyelematan dan konsolidasi partai kami, karena pasti akan mengutamakan dan memprioritaskan tugas-tugas beliau sebagai kepala pemerintahan sebagaimana yang dilakukan selama ini,” ujar Ibas yang didampingi Ketua FPD DPR Nurhayati Alie Assegaf.

Selain itu, permasalahan keluarga juga menjadi alasan mundurnya suami dari Siti Rubi Aliya Rajasa ini sebagai wakil rakyat. “Anak saya Airlangga sedang di rawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo, dan esok hari akan menjalani tindakan medis atau operasi akibat gangguan pada pencernaan yang dialami,” lanjut Ibas.

Berkaitan dengan pemberitaan berbagai media yang mengatakan dirinya bolos saat rapat DPR RI pada Selasa (12/2) lalu, Ibas menyatakan permohonan maafnya. “Berhubung ada tugas dan pekerjaan yang mendesak dan penting, yaitu menyangkut persiapan dan kesiapan Partai Demokrat untuk melaksanakan Rapimnas pada hari Minggu 17 Februari 2013, atau 3 hari mendatang, maka sebagai sekjen partai saya harus melakukan sejumlah pekerjaan berkaitan dengan Rapimnas tersebut. Dengan demikian, memang saya tidak bisa mengikuti sidang Paripurna DPR RI hari itu. Atas kekhilafan dan kekeliruan saya tersebut, saya mohon maaf kepada Pimpinan DPR RI dan ketua Fraksi Partai Demokrat.”

Mundurnya Ibas ini dikatakan oleh Ulil Abshar Abdalla, Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, sebagai bentuk tanggung jawab kepada para konstituen yang telah memilihnya, bukan malah sebaliknya. Lebih lanjut Ulil mengatakan bahwa ini adalah bentuk kasih sayang Ibas terhadap partainya. “Ada seorang yang rela mengorbankan jabatannya di DPR untuk partai. Itu sinyal yang bagus untuk seluruh kader. Saya menyambut gembira keputusan Mas Ibas,” kata Ulil seperti dilansir dari VIVA News.

Ibas terpilih sebagai anggota DPR setelah menang Pada Pemilihan Umum Legislatif 2009 dari daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Madiun, Ngawi, Pacitan, Magetan, Ponorogo, dan Trenggalek. Meski telah mundur, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu berjanji tetap akan mengunjungi daerah pemilihannya “Insya Allah saya juga akan tetap berkunjung ke Dapil VII Jawa Timur sebagaimana yang saya lakukan selama ini, meskipun tentunya tidak seaktif dan sesering dulu,” pungkas Ibas.