Hari Jadi ke-466 Kota Semarang Mendapatkan Penghargaan MURI

dok. sindikasi.net

Semarang – Dalam rangka memperingati hari jadi kota Semarang ke-446, pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan serangkaian acara untuk memeriahkan hari jadi ini. Meskipun Walikota Semarang (non-aktif) Soemarmo saat ini masih menyelesaikan persoalan hukumnya, tidak mengurangi semarak perayaan hari jadi di kota atlas ini.

Bahkan, pada perayaaan hari jadi ke-446 ini, Kota Semarang mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) untuk katagori pergelaran wayang kulit dengan penonton yang mengenakan syal terbanyak di Indonesia, Sabtu (27/04/2013).

Untuk menyemarakkan hari jadi ini Pemkot Semarang melakukan berbagai rangkaian kegiatan. Mulai dari program diskon selama satu bulan penuh di pusat-pusat perbelanjaan, tugumuda bike week, jalan sehat Minggu ceria, nonton bareng pertandingan sepak bola, Semarang night carnival, hingga pergelaran wayang kulit di 16 kecamatan yang berhasil memperoleh penghargaan dari Muri.

Pertunjukan wayang kulit di 16 kecamatan ini  memang sangat unik dan beda dari perayaan-perayaan tahun sebelumnya. Tema yang diusung adalah “Membangun Kota Melestarikan Budaya”. Pergelaran ini tercatat pada rekor Muri lantaran diselenggarakan di 16 tempat berbeda dengan dalang berbeda, namun dilaksanakan dalam waktu serta lakon yang sama.

Berkaitan dengan perayaan dan pergelaran budaya ini, Plt Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau yang sering disapa Hendi, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan event budaya ini. Menurutnya, warisan budaya harus selalu dilestarikan dan dipelihara, khususnya budaya Jawa. Hendi  juga menyampaikan bahwa rencananya pada akhir tahun  ini akan menyelenggrakan festival budaya dan akan dipentaskan secara serentak di berbagai wilayah di kota Semarang. Hal itu sebagai bentuk penghargaan pada warisan budaya yang ada di wilayah Semarang. (Misbahul Ulum)