Gerinda Gelar Diskusi Pasal Santet

misbahululum-dok

Jakarta – Fraksi Partai Gerindra DPR RI melaksanakan diskusi publik dengan tema “Santet dalam Naskah RUU KUHP dan KUHAP”, Selasa (2/4/2013). Diskusi yang digelar di ruang rapat fraksi Gerindra ini dipenuhi puluhan peserta dan awak media. Banyaknya peserta yang mengikuti diskusi ini membuat sebagian peserta terpaksa berdiri karena tidak mendapatkan tempat duduk.

Diskusi ini menghadirkan pemerhati supranatural dan juga mantan anggota DPR Permadi SH, ahli hukum dan kriminolog UI Prof. Dr. Tb. Ronny Nitibaskara, dan juga pemerhati supranatural Ki Gendeng Pamungkas.

Dalam sambutannya, Sekjen Partai gerindra Ahmad Muzani mengajak seluruh elemen bangsa dan juga anggota dewan untuk bersama memperhatikan pasal tentang santet ini. Muzani juga menambahkan bahwa kekuatan partai Gerindra saat ini belum bisa menjadi penentu dalam sebuah kebijakan, termasuk kebijakan pasal santet. Sebab, anggota dewan dari fraksi Partai Gerindra hanya 26 anggota saja. Tapi, Muzani optimis tahun 2014 partainya akan muncul sebagai penentu kebijakan.

Berkaitan dengan persoalan santet, Permadi SH mengatakan bahwa persoalan santet bukan persoalan yang sederhana. Sebab, belum tentu ahli supranatural yang melakukan santet itu adalah aktor utamanya. “Bisa saja, dia (ahli suptranatural-red) disuruh oleh pejabat untuk menyantet orang, kalau begitu yang dihukum harusnya yang menyuruh,” terang Permadi.

Dirinya juga menambahkan bahwa rencana studi banding komisi III DPR ke Eropa harus ditinjau ulang. Sebelum studi banding harus lebih dulu mengenal seluk beluk santet di negeri ini. Sebab dari Aceh sampai Papua, masing-masing daerah memiliki santet dengan nama dan varian yang berbeda. Ada istilah tenun, teluk, santet, sihir, dan masih banyak lagi yang lainnya. (Misbahul Ulum)

misbahululum-dok