Facebook dan Microsoft Rilis Data Jumlah Permintaan Program Pengintaian NSA

Seorang pengguna facebook tengah mengamati layar monitor laptopnya di sebuah universitas di Wisconsin-Madison (Foto: dok). Facebook menjadi perusahaan pertama yang merilis angka agregat permintaan pengintaian dari pemerintah AS.

Seorang pengguna facebook tengah mengamati layar monitor laptopnya di sebuah universitas di Wisconsin-Madison (Foto: dok). Facebook menjadi perusahaan pertama yang merilis angka agregat permintaan pengintaian dari pemerintah AS.

Facebook menjadi perusahaan pertama yang merilis angka agregat permintaan pengintaian. Dalam sebuah blog, dilaporkan bahwa Facebook menerima 9.000 hingga 10.000 permintaan data penggunanya pada semester kedua tahun 2012, meliputi 18.000 – 19.000 akun para pengguna.

Microsoft mengatakan pihaknya menerima 6.000 hingga 7.000 permintaan dalam periode yang sama, yang mencakup  31.000 hingga 32.000 akun konsumennya.

Jumlah tersebut termasuk permintaan dari pemerintah negara bagian dan daerah, serta pihak-pihak dari Badan Keamanan Nasional Amerika – NSA.

Perusahaan-perusahaan, termasuk Apple, Google dan Yahoo, telah membantah klaim bahwa NSA dapat langsung mengakses server mereka.

Mereka menekan pemerintahan Obama untuk lebih melonggarkan batasan hukum yang mencegah perusahaan-perusahaan itu merilis informasi tentang perintah pengintaian oleh pemerintah.

Perusahaan-perusahaan itu berusaha menjaga jarak dari program pengawasan internet dengan nama kode “PRISM” yang terungkap minggu lalu.

Pemerintah Amerika mengatakan program tersebut telah membantu mencegah serangan teror.