Drs.H.R.Mambang Mit siap memimpin Riau 2013-2018

Wakil Gubernur Provinsi Riau – Drs.H.R.Mambang Mit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta – Investasi Industri hilir Kelapa Sawit di Riau terkendala pembangunan insfrakstruktur, terutama jalan dan listrik di wilayah pedesaan. Ini dikarenakan saat ini di Riau masih memprioritaskan pembangunan insfrakstruktur daerah, perkotaan daripada pedesaan.

“Padahal, lokasi perkebunan kelapa sawit yang menjadi andalan pemasukan bagi Riau ini sebagian besar berada di pedesaan” ujar Wakil Gubernur Riau H.R Mambang Mit seperti yang dilansir wartamerdeka.com di Jakarta, (01/05/2013).

“Tetapi hingga saat ini infrastrukturnya masih memprihatinkan. Ini memang ironis” tambah, pria kelahiran Air Molek 13 April 1949 dengan nama lengkap Kanjeng Pangeran Mambang Mit Noto Hadiningrat yang juga tercatat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Riau.

Beliau yang tengah mempersiapkan diri sebagai bakal calon Gubernur dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Provinsi Riau untuk periode 2013-2018 ini menjelaskan investor masih enggan membangun industri hilir sawit di Riau karena dukungan infrastruktur dasarnya belum memadai. Disebutkan, infrastruktur jalan di Riau saat ini panjangnya 42.000 km sementara kondisi jalan itu hanya 40 persen yang bisa dikatakan memadai, selebihnya megalami kerusakan, terutama jalan yang ada di pedesaan. Selain itu juga pasokan listrik juga masih memprihatinkan. Secara Nasional rasio elektrifikasi di Riau masih sekitar 50%, di bawah rata-rata, padahal ketersediaan listrik merupakan faktor vital untuk membangun sebuah industry lanjutnya.

Beliau pun menjelaskan saat ini luas perkebunan sawit di Riau mencapai 2,2 juta hektare. Hal ini menunjukkan Riau merupakan wilayah potensial untuk membangun pabrik turunan dari kelapa sawit karena selama ini, petani dan pengusaha sawit memang masih mengandalkan ekspor sawit dalam bentuk bahan baku.

Oleh karena itu menurut ia sasaran kebijakan utama yang selayaknya dilakukan adalah: mengurangi kesenjangan antar wilayah yang tercermin dari meningkatnya peran pedesaan sebagai basis pertumbuhan ekonomi agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan; meningkatkan pembangunan pada daerah-daerah terbelakang dan tertinggal; meningkatkan pengembangan wilayah yang didorong oleh daya saing kawasan dan produk-produk unggulan daerah; serta meningkatkan keseimbangan pertumbuhan pembangunan antar kota-kota metropolitan, besar, menengah, dan kecil dengan memperhatikan keserasian pemanfaatan ruang dan penatagunaan tanah.

Beliau yang juga aktif di Twitter menggunakan akun @mambang_mit telah menyiap beberapa program jangka pendek seandainya dirinya dipercaya memimpin masyarakat Riau sebagai Gubernur, diantaranya peningkatan ketersediaan infrastruktur dasar yang langsung menyentuh kebutuhan publik, terutama masyarakat yang berada pada kantong-kantong kemiskinan, seperti revitalisasi program pertanian, pembangunan rumah layak huni (RSLH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), pembangunan infrastruktur desa (jalan poros desa), penyediaan air minum dikawan perkotaan di pedesaan, pengembangan dan opengelolaan tenaga listrik menuju mandiri listrik di Riau dan meningkatkan penyediaan jaringan telekomunikasi di perdesaan.(f*)