Dragon Kite Mendarat di Parangkusumo

Dragon Kite Mendarat di Parangkusumo

Dragon Kite Mendarat di Parangkusumo

Langit cerah membentang luas sehabis shalat Jumat usai di sepanjang Pantai Parangkusumo. Ratusan penggemar Dragon Kite atau layang-layang naga berkumpul di tenda pinggiran pantai pada Jumat 21/6/13 jam 13.30. Mereka peserta yang berdatangan dari berbagai penjuru kota dan negara asing untuk mengikuti perhetalan International Dragon Kite Festival 2013.

Acara ini terselenggara atas kerja sama Museum Layang-Layang Indonesia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bantul, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah seperti 14 grup dari Yogyakarta dan 37 grup dari nasional sisanya antara lain Solo, Kebumen, Tulungagung, Cilacap, Surabaya dan masih banyak lagi. Sementara dari beberapa negara yaitu Swedia, Malaysia dan Thailan.

“Festival ini dalam rangka untuk memecahkan Rekor Museum Republik Inodenesia. Dengan menerbangkan hampir 40 layang-layang naga bersamaan dan harapannya bisa stabil dalam waktu 30 menit” ungkap Mas Raka selaku Ketua Panitia. Layang-layang memang dikenal sejak lama dan permainan ini mempunyai nilai filosofis yang mendalam. Bahkan setiap daerah di dunia mempunyai nilai sejarah yang tinggi dalam memaknai layang-layang.

Dalam sejarah China layang-layang dianggap sebagai mitologi dewa keberkahan yang saat tahun baru imlek banyak diterbangkan untuk mendapatkan berkah. “Sejarah kekaisaran di China juga mencatat layang-layang sebagai alat intelejen untuk perangkat militer dalam hal pengintaian terhadap musuh. Lain hal di kultur Bali, jika seorang mampu menerbangkan layang-layang dianggap mampu menaikkan martabat”, tambah Mas Raka.

Diharapkan dengan adanya festival layang-layang naga ini mampu mengangkat potensi wisata pantai secara global. Karena dimana ada festival layang-layang yang diselenggarakan di suatu pantai tertentu pasti nama pantai tersebut akan dikenal pada level pariwisata dunia. [EAW]