Dewi keadilan Datang Mewarnai sidang Di Gedung Pengadilan Militer II-11 Yogyakarta

Di antara teriakan-teriakan para pendukung Kopassus yang hari ini duduk di kursi panas pengadilan Militer Yogyakarta ada hal yang tak urung menarik perhatian banyak pengunjung siang tadi (20/6). Dia adalah wanita dengan pakaian putih lengkap dengan asessoris menirukan lambang dewi keadilan yakni memegang pedang di sebelah kanan dan timbangan di sebelah kiri, tak lupa juga menggunakan penutup mata layaknya gambaran dewi keadilan yang kita tahu selama ini.

Sidang perdana kali ini menghadirkan tiga orang tersangka di antara 12 anggota kopassus yang terkait kejadian penyerangan Lapas Cebongan beberapa bulan yang lalu. Tampak dalam pantauan adanya beberapa kelompok seperti Pemuda Pancasila, Paksi Keraton, dan juga beberapa ormas yang secara khusus datang memberikan dukungan kepada para tersangka dengan menggelar orasi dan spandukspanduk bernadakan dukungan.

Lebih dari hal itu ketika di konfirmasi mengenai adanya “dewi keadilan” salah seorang pengunjung yang tidak mauu disebutkan namanya mengatakan, “ ini adalah gambaran keinginan bahwa keadilan harus sungguh di tegakkan secara benar di negeri ini. Jangan sampai keputusan yang diambil nantinya adalah hasil intervensi dari kelompok atau golongan yang akan membuat citra TNI dalam hal ini Pengadilan Militer menjadi berkurang maknanya”.

Dalam sidang yang terbuka untuk semua kalangan ini dengan agenda pembacaan dakwaan berlangsung cukup aman dan tertib meski begitu banyak yang berusaha masuk ke ruang sidang. Hal ini di atasi dengan menyediakan beberapa monitor di beberapa tempat terpisah sedangkan para wartawan yang ingin mengambil gambar diberi kesempatan secara bergantian.
Aksi orasi di depan pintu ruang sidang utama juga berlangsung cukup kondusif karena sejauh pantauan Berita Otonomi juga diatur perkelompok. Front Aliansi Masyarakat Sipil dalam press Release mereka menyatakan sikap tegasnya untuk menolak intervensi kelompok propaganda kebebasan HAM dalam Sidang kasus cebongan ini. Dalam sikap ini ada empat peryataan yang mereka buat di dalamnya seperti : mendukung penuh persidangan Pengadilan Militer yang obyektif, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ke 12 Prajurit Kopassus dan dua lagi lainya.

Acara ini sendiri adalah yang perdana dan di mulai dengan menghadirkan ketiga tersangka pada pukul 10.00 Wib pagi hari tadi. (chipriant-yk)