Cerita dari Pulau Berhala

Keindahan Pulau Berhala. Foto: dipariwisata.blogspot.com

Keindahan Pulau Berhala. Foto: dipariwisata.blogspot.com

Pulau Berhala adalah pulau terpencil yang terletak di Selat Malaka, perbatasan antara Indonesia sebelah utara dengan Malaysia sebelah selatan. Sinyal telepon tidak sampai ke sana. Pulau Berhala merupakan milik Indonesia, yang kemudian diperebutkan oleh dua provinsi, yaitu Jambi dan Riau. Untungnya permasalahan kepemilikan Pulau Berhala tersebut telah selesai. Mahkamah Konstitusi menetapkan bahwa Pulau Berhala merupakan milik kepualauan Riau. Pulau Berhala diapit oleh dua pulau kecil di sebelah kanan dan kirinya, mereka adalah Pulau Sokong dan Pulau Sokong Nenek.
Bibir pulau yang dikelilingi oleh bebatuan raksasa, jernihnya air laut sampai-sampai dasar laut terlihat dan yang terakhir warna air biru yang sungguh mempesona. Ditambah lagi dengan keberagaman terumbu karang. Pulau Berhala tempat penangkaran dan budidaya penyu yang dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Serdang Bedagai.
Di pulau ini kita bisa snorkling, diving, dan keliling pulau menggunakan perahu karet milik marinir yang bertugas. Perairan Pulau Berhala menyajikan begitu banyak keanekaragaman jenis dan warna biota laut. Tidak ada penduduk yang menetap di Pulau Berhala, hanya para Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL) yang bertugas. Oleh pemerintah mereka disediakan tiga bangunan. Beberapa infrastruktur yang minor di pulau ini adalah jembatan penyeberangannya yang tidak terawat. Kayu jembatan sudah lapuk dan banyak yang bolong.
Tepat di puncak Pulau Berhala terdapat mercusuar. Bukan mudah menuju mercusuar, melewati 770 anak tangga dengan posisi tangga 90 derajat. Sesampainya di mercusuar dapat menikmati laut yang tenang dan luas, angin yang begitu segar. Saat matahari terbit, kita dapat menikmati pemandangan matahari senja. Tidak ada suara motor, nyamuk, kebisingan, penat, polusi udara, dan kekacauan. (Christina Marbun)