Buruh Gelar Demo Tolak Hasil Survey KHL

Semarang – Sejumlah buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Kota Semarang, menggelar aksi demontrasi menolak hasil survei Kebutuhan Hidup Layah (KHL) di depan gedung DPRD Kota Semarang pada Senin (29/04/2013).

Aksi ini terkait dengan persoalan pengupahan buruh di Kota Semarang yang dikhawatirkan akan menurun tahun depan (2014). Sebab dari hasil survei KHL yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Kota Semarang (DPKS) tersebut dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat pada Agustus 2012 lalu. Seperti diketahui bahwa survey KHL pada bulan Februari hingga April tahun ini menghasilkan kesimpulan angka Kebutuhan Hidup Layak untuk Kota Semarang berada dibawah Rp. 1,2 juta.

Dalam demonstrasi ini para buruh meneriakkan kekesalannya atas hasil survei ini. Menurut para demonstran banyak kejanggalan dan penyimpangan dalam pelaksanan survei tersebut. Koordinator aksi, Ahmad Zainuddin mengatakan telah ditemukan berbagi penyimpangan dalam pelaksanaan survei. Di antaranya adalah dugaan manipulasi harga yang dilakukan oleh beberapa pedagang di pasar tradisional saat survei ini dilakukan. Para demonstran juga berharap pihak DPRD kota Semarang tidak menggunakan hasil survei ini untuk menentukan besaran upah buruh ditahun mendatang.

Sementara itu, menanggapi hasil survei ini, wakil ketua DPRD Kota Semarang Djunaidi mengatakan perlu adanya survei bersama yang dilakukan secara intens terkait dengan harga-harga di pasaran. “Lebih lanjut, ini nanti akan dibahas di Komisi D, karena komisi yang membidangi masalah perburuhan masih dalam masa reses. Hasil pertemuan ini akan kami sampaikan,” tandas Djunaidi seperti dilansir oleh suaramerdeka.com.