Belajar Seni Gamelan dari Kampung Sagan

Gamelan Anak di Kampung Sagan

Sagan merupakan kampung di sebelah selatan kampus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Kampung dengan letak geografis yang padat lalu lintas dan berjamurnya warung kuliner disepanjang JL. Prof Yohanes. Measuk ke wilayah kampung Sagan tepatnya di belakang jajaran toko. Dengan ruas-ruas gang kampung yang kian bercabang. Gang Gadjah Kembar pada Jumat 28/6/13 sore hari jam 16.00 sayup-sayup terdengar suara gamelan mengalun.

Kumpulan anak-anak dan remaja usia belasan sedang memainkan lagu yang sangat familiar di telinga. Mereka sambil bernyanyi lagu Gundul-Gundul Pacul. Kegiatan ini merupakan aktivitas baru di kampung Sagan RW 10 Kelurahan Terban Yogyakarta. Seni gamelan ini dilakukan setiap Jumat sore. Selain itu kampung ini juga aktif setiap Selasa sore latihan tari tradisional klasik Jawa untuk anak-anak dan remaja.

Aktivitas belajar seni tradisi dilakukan di rumah Drs. Bambang Purnomo selaku Ketua RW 10 Terban Yogyakarta. “Hal ini sebagai bentuk pengenalan akan budaya tradisi yang kian hari semakin tak diminati oleh anak-anak generasi sekarang”, ungkap Pak Bambang Purnomo.

Seni gamelan ini baru memasuki minggu kedua. Semangat anak-anak berlatih juga semakin menunjukkan kemajuan. Memang pembelajaran yang dilakukan dengan cara sederhana antara lain membaca notasi, meabuh, mengingat notasi kemudian memainkan. “Beberapa anak sudah mulai bisa merasakan dengan hafalan notasi, terkadang ada yang saling mengingatkan temannya” tambah Pak Bambang. [EAW]