Ketua Partai Demokrat Palu, Yos Sudarso Tersangka

Tersangka Korupsi

PALU – Setelah beberapa waktu dilakukan penyelidikan, penyidik kejaksaan Negeri Palu menyimpulkan Ketua Partai Demokrat Kota Palu, Yos Sudarso ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala kejaksaan negeri Palu, Asnawi SH MH mengatakan, penetapan Yos Sudarso sebagai tersangka, berdasarkan hasil ekspos, tim penyidik yang menyimpulkan telah cukup bukti menetapkan untuk menetapkan ketua partai Demokrat Palu itu, sebagai tersangka dugaan korupsi dana bantuan Parpol dari APBD melalui Kesbangpol.
Penetapan tersangka yos sudarso tertuang dalam Sprintdik nomor:1640/R.2.10/FD.1/09/2014, tertanggal 18 September 2014.
“Sehubungan dengan penyelidikan yang dilakukan tim, kasus dugaan penyalahgunaan dana bantuan partai pada DPC partai Demokrat 2005 sampai 2013, dari laporan masyarakat kita kaji dengan temuan data. Oleh tim berkesimpulan, ada indikasi penyalahgunaan penggunaan dana partai tersebut,”jelas Kajari kepada wartawan, didampingi Kasi Intel fahri SH dan Kasi Pidsus Nur Alim SH, di Kejari Palu, Kamis (18/9).
Olehnya lanjut Kajari, status yang sebelumnya penyelidikan resmi ditingkatkan ke tingkat penyidikan. Dengan ditingkatkannya ke penyidikan, maka perkara tersebut telah pula ditetapkan tersangkanya. Meskipun awalnya masih enggan menyebutkan nama tersangka, namun akhirnya Kajari Palu mengakui yang ditetapkan sebagai tersangka adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam penggunaan dana, yakni ketua Partai Demokrat Kota Palu, yang tidak lain adalah Yos Sudarso.
Berapa besaran dugaan kerugian dalam perkara tersebut Kajari Palu belum mau menyebutkan. Namun dipastikan dalam penggunaan dana, penyidik menemukan bahwa penggunaannya tidak dukung oleh dokumen administrasi, kemudian penggunaan dana tidak sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 5 tahun 2009 tentang bantuan dana partai politik. Kemudian terdapat juga temuan kerugian negara oleh BPK.
“Ini yang kami temukan baru satu tahun anggaran. Jadi  kami akan melihat lagi beberapa tahun anggaran lagi. Karena laporan yang masuk ada penyimpangan selama kurun waktu itu. Satu tahun saja sudah ada kerugian, yang lainnya kita akan meminta BPKP melakukan audit kepastian kerugian negara,”terang Kajari.
Ditanya kemungkinan adanya tersangka lain, dijelaskan Kajari peluang tersebut masih ada, sepanjang ada keterlibatan dalam perbuatan tersebut yang dilakukan secara bersama-sama. Orang yang turut andil dalam perbuatan tersebut dipastikan akan terseret. Namun saat ini dipastikan baru satu tersangka yang terindikasi melakukan penyalahgunaan kewenangan dalam penggunaan dana keuangan bantuan partai.
“Dan yang dilakukan tersangka selain terjadi penyalahgunaan, pertangunggungjawabannya juga fiktif,”tandas  kajari.
Setelah penetapan tersangka, penyidik akan segera melakukan pemeriksaan saksi-saksi. Termasuk saksi-saksi yang sebelumnya masih dimintai keterangan di tingkat penyelidikan. Sebelumnya sekitar delapan orang telah dimintai keterangan oleh penyidik kejrai Palu. Termasuk Yos sudarso sebelumnya juga telah dipanggil untuk permintaan keterangan.
Di antara keterangan yang masuk dalam pemeriksaan sebelumnya, dugaan penggunana dana bantuan parpol dari Kesbangpol diterima, dan dibelanjakan serta dipertanggungjawabkan oleh ketua Demokrat Kota Palu sendiri.(awl)