100 Tahun Lembaga Purbakala

Kelestarian cagar budaya adalah hal utama bagi sebuah bangsa karena disanalah akan kita dapati sebuah sejarah lengkap dengan kisah yang mendahuluinya. Hari ini (14/6) Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta mengadakan serangkaian acara dalam rangka 100 tahun lembaganya. Berbagai kegiatan mulai dari upacara sampai dengan pemberian penghargaan kepada pelopor pemerhati dan juga pelestari cagar budaya dilakukan di halaman Kantor BPCB yang terletak tak jauh dari situs budaya candi Prambanan.Tema yang diambil dari acara ini adalah Penguatan Citra Kebudayaan Bangsa.

Beberapa saat yang lalu (11/6) Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, Drs. Tri Hartono, M.hum ketika saya konfirmasi di ruang kerjanya tentang program-program dan rencana kegiatan BPCB mengatakan,”Kedepannya progam-program dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta ini adalah mensosialisasikan pentingnya warisan budaya warisan nenek moyang dan mengajak para generasi muda untuk turut serta melestarikan dan bangga akan warisan nenek moyang”.

Kegiatan-demi kegiatan kelanjutan hari ini BPCB akan menggelar lagi kegiatan kemah bersama dengan empat kabupaten dan satu kota di Yogyakarta dengan jumlah peserta (anggota) yang tak akan kurang dari 200 orang. Pelaksanaan kegiatan ini terletak di Benteng Vedreburg pada tanggal 1-5 juli mendatang. Selain kegiatan tersebut Kepala Balai ini mengatakan akan mengadakan kerjasama juga dengan kantor Pos secara khusus tentu saja para pecinta hobby pignatelli dengan akan diterbitkannya perangko satu abad lembaga ini. Kesemuanya adalah sebagai wahana untuk menumbuh kembangkan kesadaran akan pentingnya peninggalan benda-benda bersejarah dan juga pelestariannya.

Dalam keterangan lain beliau juga membahas adanya kategori atau peringkat situs peninggalan purbakala yang nantinya akan dibagi dengan tingkat tertentu. Tingkatan itu adalah Internasional, Nasional, dan daerah. Artinya nanti penanganan pemeliharaan dan sebagainya akan ditentukan dari sana. Tingkat internasional artinya negara akan menanggung sepenuhnya biaya perawatan, pemugaran, dll. Tingkat Nasional akan ditanggung oleh pihak yang terkait setingkat propinsi demikian sampai kepada tingkat paling bawah yakni Kabupaten terkait. Selain itu keterangan lebih lanjut dari kategori-kategori tersebut adalah perlunya dilihat seberapa umur peninggalan tersebut untuk menentukan layak dan tidaknya dipertahankan karena anggaran untuk itu juga tidak sedikit. (chipriant-yk)